Thursday, February 3, 2011

MENGHIASI DIRI DENGAN BERSIKAP ADIL, RIDHO,AMAL SHOLEH



QuantcastA. Adil dan Percaya Diri
Menurut bahasa adil berarti tidak berat sebelah, tidak memihak atau manyamakan yang satu dengan yang lain. Sedangkan menurut istilah adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Yaitu memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak dan tidak merugikan pihak manapun.
Apabila keadilan dijadikan dasar dan pegangan bertindak, maka manusia akan terhindar penindasan dan penganiayaan. Keadilan hendaknya meliputi segala segi kehidupan manusia baik segi hukum, segi hak dan kewajiban dll. Firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَن تَعْدِلُوا ۚ وَإِن تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu Karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.( Q. S. An Nisa’ {3} : 135).
Berlaku adil dapat digolongkan menjadi 4 macam :
1. Adil kepada Allah
2. Adil Kepada diri sendiri
3. Adil kepada sesama manusia
4. Adil keapda sesama makhluk Allah SWT.
Hikmah Berlaku adil :
1. Terciptanya rasa aman, tenteram dan tidak ada rasa khawatir terhadap orang lain.
2. Memberantas kezaliman dan tindak tercela dalam masyarakat
3. Akan menumbuhkan semangat bekerja dan kreativitas dalam bekerja
4. Meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai mahluk individu maupun sosial.
Percaya Diri.
Menurut ajaran Islam seseorang yang sudah mukallaf ( Dewasa dan berakal sehat ) harus mulai bertanggung jawab dan percaya diri. Keberanian dan percaya diri akan membuahkan berbagai kreasi dan produktif atau daya cipta yang berguna . Misalnya Edison Penemu Listrik dan Einstein dalam ilmu alam. Mereka adalah orang-orang yang berani mencari rahasia (misteri) alam yang terpendam dengan percaya diri.

B. Ridho.
Ridho adalah sikap menerian segala ketentuan Allah SWT, tenang dalam menghadapi cobaan dengan senantiasa berusaha dan tidak mudah putus asa atas pemberian dari Allah SWT. Bersikap ridho berarti sebuah penerimaan secara sungguh-sungguh dari hati atas pemberian Allah SWT. Melalui pikiran yang sehat, bahwa Dia telah memberikkan kenikmatan sesuai ukuran kebutuhan kita.
Sikap ridho bukan berati apatis dalam mencari karunia Allah SWT. Manusia harus tetap berusaha mencari karunia Allah dengan serangkaian cara cara tertentu sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Firman Allah :
Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrohim {14} : 7 )
Hikmah Sikap Ridho :
1. Selalu bersikap positip terhadap apapun yang terjadi.
2. Selalu berikhtiyar dan bertawakal kepada Allah SWT.
3. Mampu mengambil hikmah dari segala ketentuan Allah SWT.
4. Senantiasa bersyukur atas segala sesuatu yang diterimanya.
5. Tidak mudah berkeluh kesah.

C. Amal Sholeh
Menurut bahasa berarti perbuatan baik. Perbuatan baik disini dapat diartikan sebagai perbuatan kebajikan yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT, dengan niat memperoleh ridhonya. Menurut pendapat sebagian ulama’ amal sholeh adalah suatu amalan yang mengandung kemanfaatan baik untuk dirinya sendiri, orang lain, maupun masyarakat secara umum.
Syarat-syarat amal sholeh agar dapat bernilai Ibadah :
1. Didasari dengan niat yang baik. Niat inilah yang mendasari apakah amal itu bisa dinilai menjadi ibadah atau menjadi amal biasa. Jika amal tersebut diniatkan karena Allah, maka amal tersebut dinilai sebagai ibadah.
2. Dilandasi dengan keimanan yang sempurna.
3. Dilandasi dengan keikhlasan karena Allah.
Contoh perilaku amal sholeh antara lain :
1. Menghormati sesama manusia. Sifat menghormati terhadap orang lain menjadi kunci sukses dalam berkomunikasi dan berbuat secara benar kepada orang lain.
2. Memanfaatkan kemampuan diri. Ketika Rosulullah ditanya oleh para shahabatnya tentang amal sholeh berupa sedekah, beliau menjelaskan bahwa menyingkirkan duri di jalan sehingga orang lain tidak tertancap termasuk sedekah.
3. Menggunakan ilmu dengan benar.
4. Memanfaatkan harta benda di jalan Allah SWT.
5. Bersikap yang benar terhadap lingkungan.

*Qona’ah / Berpikir Positif
Qona’ah / berpikir positif adalah sikap rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang. Qona’ah bukan berarti sikap hidup yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja keras, justru sikap qona’ah berfungsi sebagai dinamisator yang mendorong manusia untuk giat bekerja dalam mencapai kesejahteraan hidup.
Dalam pengertian yang luas Qona’ah mengandung lima hal yaitu :
1. Menerima dengan apa adanya
2. Memohon tambahan kepada Allah disertai dengan ikhtiar
3. Menerima dengan sabar ketentuan Allah SWT.
4. Bertawakal kepada Allah SWT.
5. Tidak terlalu larut dengan kemewahan dunia.
*Sabar.
Menurut sebagian ulama’ sabar adalah sama dengan tabah. Tabah artinya dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam, baik dalam kelapangan maupun kesempitan, serta mampu mengendalikan nafsu yang dapat menggoncangkan iman.
Imam Al- Ghozali, mengumpamakan tiga unsur kesabaran seperti sebatang pohon, ilmu sebagai batangnya, hal sebagai cabangnya, dan Amal sebagai sebagai buahnya.
Rosulullah SAW. Membagi kesabaran menjadi tiga macam yaitu :
1. Sabar dalam menghadapi segala musibah
2. Sabar dalam mematuhi perintah Allah SWT.\
3. Sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan maksiat.
Kesabaran merupakan salah satu kunci sukses dalam perjuangan meraih cita-cita . Allah SWT. memerintahkan manusia supaya menjadi sabar dan sholat sebagai penolong . (Q.S. Al Baqoroh {2} : 153)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(Q.S.Al Baqoroh : 153)
Hikmah Sabar .
1. Sabar merupakan akhlak yang terepuji
2. Orang yang sabar akan mendapatkan kemenangan
3. Allah akan melimpahkan karunia-Nya berupa kemudahan segala urusan di dunia maupun di akhirat.

No comments:

Post a Comment